BINJAI — Praktik perjudian mesin tembak ikan diduga masih marak dan terus beroperasi di wilayah hukum Polres Binjai. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di Jalan Ade Irma Suryani, tepatnya di depan Klenteng, yang disebut warga beroperasi setiap hari tanpa mengenal waktu.
Aktivitas permainan tembak ikan-ikan tersebut disebut berlangsung secara terbuka dan telah menimbulkan keresahan masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan serta langkah penindakan aparat terhadap dugaan praktik perjudian yang disebut terus berjalan.
Lebih serius lagi, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa lokasi tersebut diduga mendapat pengamanan dari oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) dan oknum Marinir. Informasi tersebut perlu dibuktikan dan diklarifikasi secara resmi oleh institusi terkait agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Warga mempertanyakan bagaimana lokasi yang disebut beroperasi setiap hari tersebut dapat terus berjalan apabila memang berada di kawasan yang mudah terlihat masyarakat. Mereka meminta aparat tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi mengambil tindakan apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Warga juga mengingatkan kembali janji dan komitmen Kapolres Binjai untuk membersihkan Kota Binjai beserta wilayah hukumnya dari berbagai bentuk pelanggaran hukum. Menurut warga, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan dan tidak berhenti sebatas pernyataan.
Kekecewaan warga semakin mencuat. Mereka menilai sumpah dan seragam aparat semestinya menjadi simbol pengabdian dan penegakan hukum, bukan sampai dipersepsikan sebagai tameng bagi pihak-pihak yang diduga menjalankan praktik perjudian.
“Jangan sampai sumpah dan seragam hanya menjadi tameng untuk melindungi para mafia. Kalau memang ada pelanggaran hukum, siapapun yang berada di belakangnya harus ditindak. Kami hanya ingin hukum berlaku sama untuk semua,” tegas seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menegaskan, apabila benar terdapat praktik perjudian di lokasi tersebut, Polres Binjai harus menunjukkan keberanian untuk menindak tanpa pandang bulu. Demikian pula informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum TNI AD maupun Marinir diharapkan mendapat klarifikasi resmi dari institusi masing-masing.
Jika informasi tersebut tidak benar, klarifikasi diperlukan agar tidak menjadi tuduhan tanpa dasar. Namun apabila ditemukan adanya pelanggaran oleh oknum, masyarakat berharap proses pemeriksaan dan penindakan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat menunggu langkah nyata aparat. Sebab bagi warga, pemberantasan perjudian tidak cukup hanya dengan slogan atau janji, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan hukum yang transparan dan berlaku tanpa pandang bulu.
Redaksi












